10 Pertanyan tentang e-commerce

Saya mencoba melalukan penterjemahan bebas dari artikel yang dibuat di http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ yang berisi sepuluh pertanyaan yang sering ditanyakan tentang e-commerce. Memang tidak 100% persis saya terjemahkan karena dalam beberapa hal mungkin akan berbeda kondisi yang ada di Indonesia dengan kondisi yang ada di Amerika Serikat.

Bisnis di Internet tampaknya akan / sedang booming, hampir semua orang tampaknya sibuk membicarakan hal ini dan bersiap-siap untuk turut berkiprah dalam dunia perdagangan millenium ini. Tentunya sebelum melakukan terjun bebas ke dunia perdagangan elektronik ini ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang teknologi yang digunakan, berbagai standard, maupun nuasa regulasi yang ada dalam bisnis online di Internet tersebut.

Mudah-mudahan terjemahan bebas yang saya berikan untuk 10 pertanyaan yang sering ditanyakan dalam e-commerce ini dapat menguntungkan anda-anda yang ingin melakukan e-dagang. Sehingga dapat menjadikan Website anda yang tadinya pasif menjadi lebih aktif toko yang dapat menghasilkan pendapatan / uang bahkan menjadikan tempat untuk memotong jalur distribusi.

Adapun ke-sepuluh (10) pertanyaan yang sering kali ditanyakan tentang e-commerce adalah:

  1. Apakah e-commerce (e-dagang)? (what is e-commerce?)
  2. Apakah pemerintah akan me-regulasi e-commerce? (Is the government going to regulate e-commerce?).
  3. Seberapa aman e-commerce? (Is e-commerce safe?)
  4. Bagaimana cara saya memulai berjualan secara online? (How do I start selling online?)
  5. Adakah standar teknologi untuk e-commerce? (Are there any technology standards for e-commerce?)
  6. Istilah apa saja yang perlu saya ketahui? (What buzzwords do I need to know?)
  7. Bagaimana cara usaha kecil mengambil keuntungan dari e-commerce? (How can small businesses take advantage of e-commerce?)
  8. Apa penghalang utama untuk melakukan e-commerce? (What are the biggest barriers to e-commerce?)
  9. Siapa yang kalah jika pengusaha berpindah kepada bisnis online? (Who stands to lose from businesses moving online?)
  10. Bagaimana masa depan e-commerce? (What is the future of e-commerce?)

Apakah e-commerce (e-dagang)? (what is e-commerce?)

Umumnya orang berfikir e-commerce adalah online shopping – belanja di, membeli barang melalui Web.

Terus terang Web shopping / online shopping sebetulnya hanya sebagian kecil sekali dari belantara e-commerce. Web shopping yang termasuk di dalamnya transaksi online stok, men-download software langsung dari web sebetulnya menghubungkan bisnis ke konsumen ini hanya sekitar 20% dari total e-commerce, sedang sebagian besar sebetulnya lebih banyak berupa hubungan dagang bisnis ke bisnis yang memudahkan proses pembelian antar perusahaan-perusahaan. Banyak orang berharap supaya dimungkinkan terjadinya transaksi mikro yang memungkinkan orang membayar dalam bentuk recehan -beberapa ribu / ratus rupiah – untuk mengakses content atau game di Internet.

Transaksi yang sangat hot di e-commerce untuk barang-barang dagangan di Internet maupun melalui media elektronik lainnya, menurut Simba Information http://www.simbanet.com/ yang merupakan best seller adalah produk komputer, produk konsumer, buku dan majalah, musik dan produk entertainment (audio, video, TV).

Dari berbagai statistik yang ada tampaknya e-commerce akan semakin marak, terutama di amerika serikat tentunya. International Data Corporation http://www.idc.com/ memprojeksikan bahwa 46 juta orang amerika akan membeli melalui e-commerce berbagai barang senilai US$ 16 juta di tahun 2001, dan US$54 juta di tahun 2002. Forrester Research http://www.forrester.com/ memprediksikan sales e-commerce sekitar US$7 juta di tahun 2000. Untuk jangka panjang, Morgan Stanley Dean Witter http://www.deanwitter.com/ meng-estimasikan penjualan melalui e-commerce pada tahun 2005 antara US$21 juta s/d US$115 juta.

Tentunya bagi Indonesia yang jumlah pengguna Internet-nya masih sedikit belum sebanyak US, kecuali kalau WARNET-WARNET makin marak. Strategi e-commerce akan menjadi lain – tampaknya yang menjadi hot sekarang ini justru situs-situs berita, seperti kompas.com, detik.com. Sebuah permulaan yang baik untuk membangun community – yang bukan mustahil berlanjut ke focus groups dan e-commerce bisnis ke bisnis.

Apakah pemerintah akan me-regulasi e-commerce? (Is the government going to regulate e-commerce?)

President Clinton barangkali cukup nekad dengan mengajukan Internet Tax Freedom Act http://www.house.gov/chriscox/nettax/frmain.htm yang ternyata sangat di setujui oleh Senat Amerika Serikat, undang-undang ini melarang semua negara bagian dan lokal di amerika untuk memajak informasi & perdagangan melalui Internet.

Artinya bangsa Amerika Serikat telah menset Internet sebagai Internet Trade Free Zone, sebuah ide yang cukup gila barangkali – tapi akan sangat effektif bagi para produsen barang / informasi karena usaha eksport yang mendatangkan banyak devisa ke negara menjadi sangat baik sekali. Logikanya sederhana sekali – orang akan berlomba-lomba untuk membeli barang ke negara lain yang harganya lebih murah.

Bagaimana dengan Indonesia? tampaknya akan menjadi tantangan yang cukup serius bagi orang-orang pajak di Indonesia karena transaksi-transaksi yang bersifat intangible melalui Internet sangat sulit di deteksi, semakin hari semakin banyak transaksi jenis ini terjadi di Internet. E-Commerce yang melibatkan pemindahan barang cukup mudah di deteksi di pelabuhan atau bandar udara sehingga dapat di deteksi oleh beacukai / custom, selain itu rasanya sulit.

Kalau saya boleh saran, alangkah cantiknya negara ini kalau sebagian besar bangsanya bisa menjadi produsen di Internet dan melakukan transaksi dagang / eksport ke Internet. Tampaknya banyak orang di Indonesia yang belum sadar bahwa negara tempat kita berdiri sangat banyak menjanjikan hal-hal yang diminati oleh bangsa lain, apakah itu kekayaan alam-nya, sosial, budaya dll. Contohnya – apakah ada yang pernah berfikir bahwa harga kepompong kupu-kupu adalah US$7 / buah-nya? Pak Anshori dari UNILA http://www.unila.ac.id ternyata sangat jeli melihat hal ini. Masih banyak lagi hal-hal lain yang menarik yang hanya mungkin dilakukan oleh orang Indonesia di Internet.

Seberapa aman e-commerce? (Is e-commerce safe?)

Di media massa cukup banyak berita tentang pembobolan sistem keamanan Internet, akan tetapi umumnya vendor dan analis komputer berargumentasi bahwa transaksi di Internet jauh lebih aman daripada di dunia biasa.

Sebenarnya sebagian besar dari pencurian kartu kredit terjadi di sebabkan oleh pegawai sales yang menghandle nomor kartu kredit tersebut. Sistem e-commerce sebetulnya menghilangkan keinginan mencuri tadi dengan cara meng-enkripsi nomor kartu kredit tersebut di server perusahaan. Untuk merchants, e-commerce juga merupakan cara yang aman untuk membuka toko karena meminimalkan kemungkinan di jarah, di bakar atau kebanjiran. Hal yang paling berat adalah meyakinkan para pembeli bahwa e-commerce adalah aman untuk mereka.

Umumnya pengguna kartu kredit tidak terlalu mempercayai-nya, tapi para pakar e-commerce mengatakan bahwa transaksi e-commerce jauh lebih aman daripada pembelian kartu kredit biasa. Setiap kali anda membayar menggunakan kartu kredit di toko, di restauran, di glodok, di mangga dua atau melalui telepon 800 – setiap kali anda membuang resi pembelian kartu kredit – anda sebetulnya telah membuka informasi kartu kredit tersebut untuk dicuri.

Sejak versi 2.0 dari Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer, transaksi dapat di enkripsi menggunakan Secure Sockets Layer (SSL) http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss05.html, sebuah protokol yang akan mengamankan saluran komunikasi ke server, memproteksi data pada saat dikirimkan melalui Internet. SSL menggunakan public key encryption, salah satu metoda enkripsi yang cukup kuat saat ini. Untuk melihat apakah sebuah Web site di amankan menggunakan SSL dapat dilihat pada awal URL digunakan https bukan http.

Pembuat browser dan perusahaan kartu kredit saat ini mempromosikan sebuah standar tambahan bagi keamanan di namakan Secure Electronic Transaction (SET) http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss05.html. SET akan mengenkode nomor kartu kredit yang ada di server vendor di Internet – yang hanya dapat membaca nomor kartu kredit tersebut hanya bank dan perusahaan kartu kredit – artinya pegawai vendor / merchant tidak bisa membaca sama sekali sehingga kemungkinan terjadi pencurian oleh vendor menjadi tidak mungkin.

Terus terangnya memang tidak ada sistem e-commerce yang bisa menggaransi proteksi 100% kepada kartu kredit anda, tapi kemungkinan untuk di copet dompet anda di toko online akan jauh lebih rendah dibandingkan di tempat biasa.

Bagaimana cara saya memulai berjualan secara online? (How do I start selling online?)

Saat ini banyak sekali produk-produk yang memungkinkan kita mensetup situs e-commerce dan langsung berjualan dalam waktu beberapa hari / minggu, mulai dari yang simple, murah hingga mahal dan kompleks.

Para pengusaha kecil mungkin harus melihat jauh diluar ISP-nya untuk melihat solusi-solusi murah tadi. Contohnya, Forman interactive http://www.formaninteractive.com/ memberikan produk Internet creator seharga kurang dari US$150. Perangkat lunak tersebut menggunakan beberapa wizard untuk menolong anda membuat halaman web yang aman untuk menjual produk anda. Bahkan jika meletakan halaman web tersebut di server Forman, mereka akan membantu menangani pembayaran melalui CheckFree http://www.checkfree.com/.

Jika anda sudah siap untuk masuk ke bisnis ini, anda dapat juga menggunakan yahoo store http://store.yahoo.com/ yang akan memungkinkan anda untuk membangun situs web untuk bertransaksi melalui browser web di rumah anda. Yahoo akan berfungsi sebagai host, biaya di sesuaikan dengan jumlah barang yang di jual – yaitu US$100 / bulan untuk toko yang menjual 50 barang, US$300 / bulan untuk toko dengan barang sampai dengan 1000 barang.

Solusi-solusi yang murah dan menarik ini juga tampaknya juga diberikan oleh indosatcom sebuah anak perusahaan dari Indosat yang memfokuskan diri di e-commerce. Salah satu produk indosatcom adalah EDIWeb menjadi menarik untuk para pengusaha kecil yang hanya bermodal akses ke WARNET. Telkom juga meluncurkan plasa.com belum terhitung inisiatif lain seperti Wasantara dll.

Tentunya untuk solusi-solusi komplex yang membutuhkan kemampuan integrasi yang tinggi antara berbagai proses transaksi yang dilakukan ada banyak perangkat lunak yang berharga cukup tinggi di antara US$5000 s/d US$100000 cukup untuk membuat seorang pengusaha kecil jatuh bangkrut.

Tampaknya solusi paling menarik adalah jasa e-commerce hosting yang dijalankan banyak perusahaan termasuk indosatcom, AT&T http://www.ipservices.att.com/wss/, MCI http://www.wcom.net/commercehost/, dan GTE BBN Planet http://www.bbn.com/. Karena resiko & biaya rendah untuk melakukan e-commerce demikian dikatakan oleh Karl Lewis dari Proxicom http://www.proxicom.com/ yang merupakan perusahaan konsultan web yang mensetup situs e-commerce Day-Timer http://www.daytimer.com/ dan extranet untuk Mobil Oil dan distributor-nya.

Adakah standar teknologi untuk e-commerce? (Are there any technology standards for e-commerce?)

Di samping berbagai standar yang digunakan di Intenet, e-commerce juga menggunakan standar yang digunakan sendiri, umumnya digunakan dalam transaksi bisnis-ke-bisnis. Beberapa diantara yang sering digunakan adalah: Electronic Data Interchange (EDI): dibuat oleh pemerintah di awal tahun 70-an dan saat ini digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan Fortune di Amerika Serikat, EDI adalah sebuah standar struktur dokumen yang dirancang untuk memungkinkan organisasi besar untuk mengirimkan informasi melalui jaringan private. EDI saat ini juga digunakan dalam corporate web site.

Open Buying on the Internet (OBI): adalah sebuah standar yang dibuat oleh Internet Purchasing Roundtable yang akan menjamin bahwa berbagai sistem e-commerce dapat berbicara satu dengan lainnya. OBI yang dikembangkan oleh konsorsium OBI http://www.openbuy.org/ didukung oleh perusahaan-perusahaan yang memimpin di bidang teknologi seperti Actra, InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.

Open Trading Protocol (OTP): OTP dimaksudkan untuk menstandarisasi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan proses pembayaran, seperti perjanjian pembelian, resi untuk pembelian, dan pembayaran. OTP sebetulnya merupakan standar kompetitor OBI yang dibangun oleh beberapa perusahaan, seperti AT&T, CyberCash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun Microsystems, dan British Telecom.

Open Profiling Standard (OPS): sebuah standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly http://www.firefly.com/. OPS memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah profil pribadi dari kesukaan masing-masing pengguna yang dapat dia share dengan merchant. Ide dibalik OPS adalah untuk menolong memproteksi privasi pengguna tanpa menutup kemungkinan untuk transaksi informasi untuk proses marketing dsb.

Secure Socket Layer (SSL): Protokol ini di disain untuk membangun sebuah saluran yang aman ke server. SSL menggunakan teknik enkripsi public key untuk memproteksi data yang di kirimkan melalui Internet. SSL dibuat oleh Netscape tapi sekarang telah di publikasikan di public domain.

Secure Electronic Transactions (SET): SET akan mengenkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant. Standar ini di buat oleh Visa dan MasterCard, sehingga akan langsung di dukung oleh masyarakat perbankan. Ujicoba pertama kali dari SET di e-commerce dilakukan di Asia.

Truste http://www.truste.org/ adalah sebuah partnership dari berbagai perusahaan yang mencoba membangun kepercayaan public dalam e-commerce dengan cara memberikan cap Good Housekeeping yang memberikan approve pada situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

Istilah apa saja yang perlu saya ketahui? (What buzzwords do I need to know?)

E-commerce memang penuh dengan berbagai istilah, beberapa diantara-nya adalah:

Digital atau electronic cash: juga dikenal sebagai e-cash, istilah ini ditujukan untuk beberapa pola / metoda yang memungkinkan seseorang untuk membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer yang lain. Nomor tersebut, seperti yang terdapat di mata uang, di isukan oleh sebuah bank dan merepresentasikan sejumlah uang betulan. Salah satu kelebihan yang dibawa oleh digital cash adalah sifatnya yang anonymous dan dapat di pakai ulang, seperti uang cash biasa. Hal ini merupakan perbedaan utama antara e-cash dengan transaksi kartu kredit melalui Internet. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di PC Webopaedia http://www.sandybay.com/pc-web/digital_cash.htm.

Digital money: adalah terminologi global untuk berbagai e-cash dan mekanisme pembayaran elektronik di Internet. Yahoo http://www.yahoo.com/Business_and_Economy/ Companies/Financial_Services/Transaction_Clearing/Digital_Money/ mencatat paling tidak ada 21 perusahaan yang memberikan jasa digital money di Internet.

Disintermediation: adalah proses untuk memotong jalur perantara. Kira-kira pada saat perusahaan yang berbasiskan web membypass kanal retail tradisional dan menjual secara langsung ke pelanggan / pembeli, maka perantara tradisional – seperti toko dan jasa mail order – akan kehilangan pekerjaan.

Electronic checks: pada saat ini sedang di ujicoba oleh CyberCash http://www.cybercash.com/, sistem check elektronik seperti PayNow akan mengambil uang dari account check di bank pelanggan untuk membayar PAM atau telepon.

Electronic wallet: Pola pembayaran – seperti CyberCash Internet Wallet http://www.cybercash.com/, akan menyimpan nomor kartu kredit anda di harddisk anda dalam bentuk terenkripsi yang aman. Anda akan dapat melakukan pembelian-pembelian pada situs Web yang mendukung electronic wallet tersebut. Jika anda ingin membeli sesuatu pada toko yang mendukung electronic wallet, maka pada saat menekan tombol Pay maka proses pembayaran melalui kartu kredit akan dilakukan transaksinya secara aman oleh server perusahaan electronic wallet. Vendor browser pada saat ini telah berusaha untuk melakukan negosiasi untuk memasukan teknologi e-wallet tadi ke produk mereka.

Extranet: adalah sebuah kelanjutan dari intranet perusahaan yang mengkaitkan jaringan internal satu perusahaan dengan jaringan internal supplier mereka maupun pelanggan mereka. Dengan cara itu sangat mungkin untuk mengembangkan aplikasi e-commerce yang memungkinkan menyambungkan semua aspek bisnis, dari proses pemesanan hingga pembayaran.

Micropaymet: transaksi dalam jumlah kecil antara beberapa ratus rupiah hingga puluhan ribu rupiah, misalnya untuk mengambil / mengakses grafik, game maupun informasi. Pay-as-you-go micropayment seharusnya akan membuat revolusi di dunia e-commerce. Contohnya ESPN SportsZone http://espn.sportszone.com/ menggunakan CyberCoin untuk membayar US$1 untuk mengaskses situs mereka selama satu hari – tanpa perlu membayar penuh langganan bulanan. Kenyataan di lapangan sebagian besar pelanggan yang potensial tidak terlalu bersedia untuk bermain-main dengan micropayment.

Bagaimana cara usaha kecil mengambil keuntungan dari e-commerce? (How can small businesses take advantage of e-commerce?)

Ternyata bukan hanya perusahaan besar saja yang berkecimpung dalam e-commerce tapi juga banyak pengusaha kecil yang berkiprah dengan Web sederhana, dan situs kacangan.

Seringkali yang dibutuhkan untuk sukses hanya promosi sederhana agar terlihat oleh para pelanggan. Berita mulut ke mulut, posting di newsgroup, dan mendaftarkan diri di search engine cukup sudah untuk menarik pelanggan ke situs anda.

Sebuah contoh sederhana yang bisa ditampilkan adalah Kevin Donlin seorang penulis dan Web developer yang membuat Guaranteed Resumes http://www.gresumes.com/ di Internet berawal dari tahun 1994. Saat ini dia memperoleh sekitar 100 pendatang setiap hari dan memperoleh sebagian dari pemasukannya dari bisnis penulisan resume.

Keberhasilan Donlin terletak pada keberhasilan dalam menekan serendah-rendahnya biasa yang dibutuhkan. Server yang digunakan diletakan di ISP lokal, dan pelanggan berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Transaksi kartu kredit dilakukan menggunakan swipe terminal yang dia sewa seharga US$30 / bulan – tapi tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengambilkan dana dari kartu kredit.

Tentunya masih banyak sekali cerita-cerita menarik seperti yang dialami oleh Kevin tersebut.

Apa penghalang utama untuk melakukan e-commerce? (What are the biggest barriers to e-commerce?)

Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet http://www.commerce.net/ para pembeli / pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul.

Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.

Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus melakukan banyak proses pemandaian pelanggan. Walaupun demikian Gail Grant, kepala lembaga penelitian di CommerceNet http://www.commerce.net/ meramalkan sebagian besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang tersebut setelah beberapa tahun mendatang.

Grant mengatakan jika saja pada halaman Web dapat dibuat label yang memberikan informasi tentang produk dan harganya, akan sangat memudahkan untuk search engine menemukan sebuah produk secara online. Hal tersebut belum terjadi memang karena sebagian besar merchant ingin agar orang menemukan hanya produk mereka tapi bukan kompetitor-nya apalagi jika ternyata harga yang diberikan kompetitor lebih murah.

Untuk sistem bisnis-ke-bisnis, isu yang ada memang tidak sepelik di atas, akan tetapi tetap ada isu-isu serius. Seperti para pengusaha belum punya model yang baik bagaimana cara mensetup situs e-commerce mereka, mereka mengalami kesulitan untuk melakukan sharing antara informasi yang diperoleh online dengan aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang barangkali menjadi kendala utama adalah ide untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier – hal ini merupakan strategi utama dalam sistem e-commerce bisnis ke bisnis.

Kunci utama untuk memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan solved, padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus me-restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-commerce. Grant mengatakan, “E-commerce is just like any automation – it amplifies problems with their operation they already had.”

Siapa yang kalah jika pengusaha berpindah kepada bisnis online? (Who stands to lose from businesses moving online?)

Perusahaan yang akan secara langsung dirugikan oleh e-commerce adalah agen perjalanan, tiket bioskop, katalog mail-order, dan toko retail – terutama toko perangkat lunak. Mungkin kalau di Indonesia yang terasa hanya bagi agen perjalanan & bisnis sekitar turis. E-commerce dengan nyata telah mempengaruhi teritori bisnis tersebut. Menurut laporan Forrester Research http://www.forrester.com/ prediksi penjualan di sales & tiket perjalanan melalui Internet akan naik dari US$475 juta di tahun 1997 ke US$10 milyar di tahun 2001. Angka tersebut merepresentasikan 8% dari semua penjualan tiket perjalanan di US.

Kalau Bill Gates mengatakan e-commerce akan menghilangkan perantara (middleman). Kalau buzzword sekarang ini adalah disintermediation http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss06.html, cara mengatakan bahwa siapapun yang berada di antara pembeli dan penjual akan memperoleh masalah besar. Akan tetapi jika kita melihat lebih lebih dalam lagi akan terlihat bahwa sebenarnya e-commerce akan menciptakan pola perantara yang baru.

Cerita sukses e-commerce, seperti amazon.com http://www.amazon.com/, sebetulnya merupakan bentuk lain dari sebuah proses perantara. Amazon.com tidak menerbitkan buku. Mereka semua umumnya hanyalah sebuah distributor online saja.

Tampaknya e-middleman harus mendemonstrasikan bahwa mereka menambahkan nilai dalam proses pembelian, melalui marketing, customer service, juga metoda-metoda lain. Kalau tidak maka pelanggan akan memutuskan modem-nya dan tidak akan menggunakan jasa mereka lagi.

Bagaimana masa depan e-commerce? (What is the future of e-commerce?)

Tampaknya e-commerce mempunyai masa depan yang cerah. Jika berbagai detail dari perdagangan online ini dapat di selesaikan maka bukan mustahil e-commerce dan Internet akan mengubah struktur dunia usaha secara global.

Dengan perkembangan masyarakat virtual yang demikian besar – banyak orang yang berpartisipasi dalam berbagai interest group online – memperlihatkan pergeseran pardigma dari kekuatan ekonomi yang bertumpu pada pembuat / manufacturer ke kekuatan pasar. Paling tidak demikian yang dilihat oleh John Hagel dan Arthur Armstrong, sepasang analis dari McKinsey http://www.mckinsey.com/ sebuah perusahaan konsultan manajemen internasional.

Masyarakat virtual telah memperlihatkan effek-nya. Situs investment seperti Motley Fool http://www.fool.com/ memungkinkan anggota untuk bertukar pengalaman tanpa melalui broker / perantara. ParentsPlace http://www.parentsplace.com/ merupakan tempat pertemuan para orang tua yang akhirnya memberikan kesempatan pada vendor-vendor kecil untuk mencapai pelanggan potensial mereka untuk produk yang sangat spesifik seperti makanan bayi dan shampo.

Masyarakat virtual akan menggoyang kehebatan divisi marketing dan penjualan di perusahaan-perusahaan besar. Justru perusahaan-perusahaan kecil dengan produk yang lebih baik dan customer service yang baik akan dapat menggunakan masyarakat virtual ini untuk mengalahkan perusahaan besar – sesuatu yang cukup sulit dimengerti di dunia nyata.

Dalam bukunya Net Gain: Expanding Markets Through Virtual Communities, yang dipublikasikan oleh Harvard Business School Press, Hagel dan Armstrong berargumen bahwa daripada melawan trend yang ada, perusahaan yang pandai akan membantu terbentuknya virtual community ini dan menggunakannya untuk mencapai pelanggannya.

Onno W Purbo

Advertisements

Facebook E-commerce / Facebook Toko Oline

images

Mungkin Akhir – Akhir ini harus disibukan dengan facebook… jejaring sosial yang satu ini memang memiliki karakter yang menarik untuk di selami,… dulu ketika awal – awal kenal internet mirc merupakan hal yang di pelajari untuk mencari teman, setalah itu bisa berkanalan dengan Yahoo baik email maupun ym, setelah mencoba jejaring sosial seperti friendster agaknya terjadi kejenuhan dan akhirnya facebook merupakan artenatif pilihan untuk mengisi kehidupan sehari hari… yang jelas dengan facebook aku bisa melihat kegiatan teman – teman saya baik SMP , SMA maupun Kuliah.. pokoknya facebook patut dicoba, memang kadang untuk permulaan facebook agak begitu sulit.. tapi semakin mengenal facebook semuanya bisa terbayar.. mau cari apa aja di facebook ada , teman, kerjaan bisnis atau apa saja…

Oke Dengan Berjalanya waktu saya ingin share ilmu saja tentang teknologi facebook yang dapat dimanfaatkan untuk membuat toko online , Untuk Membuat Facebook toko Online sebenarnya sangatlah mudah tapi memang butuh latihan dan belajar konfigurasi aplikasi saja , karena facebook toko online hanya dapat terkoneksi dengan beberapa aplikasi e-commerce , diantara aplikasi e-commerce yang mendukung facebook toko online adalah MAGENTO , aplikasi magento adalah CMS yang memang kusus untuk aplikasi E-commerce profesional , ini dia gambar aplikasi toko Online facebook dengan Beeshopify

Aplikasi Facebook diatas sudah terkonfigurasi dengan applikasi toko online kita , sehingga kita mempunyai halaman page di facebook yang sudah bisa kita jadikan toko online atau shoping cart , yang nanti applikasi facebok toko online daitas bisa untuk memajang produk – produk kita

salam dari

krida prasetia

Aplikasi free e-commerce/Toko online gratisan

Bagaimana membuat toko online yang menarik dan bagus , anda bisa membuatnya dengan mengKLIK  halaman ini dan memulai membuat website toko online dengan mudah , hampir lebih dari Jutaan Rupiah yang telah saya dapatkan setelah saya membuat toko online yang menarik , silahkan mencoba dan kunjungi website :

download

Teryata Banyak Juga Pengunjung yang saya dapatkan dari posting Aplikasi Free e-commerce  / toko online gratisan

Makanya saya terus memeperbaiki refrerensi – refrensi terbaru tentang aplikasi – aplikasi toko online terpopuler saat ini , insyallah saya akan selalu senantiasa mengupdate halaman ini , dan semoga para pembaca puas dengan posting saya ini , jika anda merasa mendapatkan ilmu dalam tulisan ini cukup ucapkan Trimakasih di Komentar halaman ini

Ada 2 Macam Aplikasi E-commerce yang saya pelajari dalam 7 tahun Terakhir ini , salah satunya adalah e-Commerce yang Merupakan Aplikasi Source Code Program , Sehingga Kita bisa Mendownload aplikasi yang gratis ataupun yang berbayar dan kita harus menginstall di server hosting kita , dan yang kedua memang aplikai toko Online dan E- Commerce Tersebut Sudah Divelopment Oleh Pengembang yang sudah menyediakan Server dan Juga Domain , Sehingga Kita Tidak Harus Instalasi Di server Hosting Kita , Dan Konsep E-Commerce Yang Kedua Ini Yang Paling Banyak Di Kembangkan Oleh Para Development2 website Jaman Sekarang .

Wah pingin sekali nulis tentang solfware e-commerce gratisan, tapi saat pingin nulis artikel akhirnya menemukan artikel yang menjelaskan tentang software e-commerce, emang cita-cita saya pingin belajar lebih jauh tentang software2 free e-commerce, akhirnya saya menemukan beberapa tulisan dari teman bloger yang lain yang menulis tentang program-program e-commerce gratis, karena tulisannya juga menarik maka aku unduh aja , biar nambah refrensi dari tulisan-tulisan saya tentang e-commerce.

1. osCommerce

Aplikasi eCommerce yang sangat populer sekarang ini. Banyak situs-situs belanja online yang menggunakan aplikasi ini. Banyak sekali theme/template baik yang gratis maupun berbayar yang dapat digunakan untuk mempercantik tampilan. Selain itu modul-modul tambahan banyak sekali dijumpai. Ukuran aplikasi yang tidak terlalu besar dan banyaknya pengguna merupakan nilai tambah. Masalah dengan register_globals yang harus di set menjadi on merupakan masalah yang serius ketika itu, tetapi sepertinya sekarang sudah tidak menjadi masalah lagi.

2. Magento

Aplikasi ini sepertinya paling populer sekarang ini. Menggunakan framework zend sebagai dasar aplikasi menjadi nilai tambah untuk aplikasi ini. Karena menggunakan framework zend, secara programming aplikasi ini lebih mudah dipelajari dan tentunya akan lebih mudah untuk dikembangkan. Ukuran aplikasi yang besar merupakan nilai minus, selain itu minimum requirement dari aplikasi ini menuntut kemampuang hosting yang tidak sembarangan.

Saya sendiri menggunakan magento untuk kebutuhan website2 saya , saya telah mengembangkan beberapa website besar menggunakan proggram ini , mungkin dulu anda sangat kesulitan menggunakan magento karena memang fitur yg diberikan sangat tidak mudah bagi orang awam berbeda dengan wordpress atau blogspot tapi sekarang keluar versi terbaru magento 2. Dengan konsep user friendly bahkan sekarang jauh lebih mudah , kelemahan magento adalah ketika kita harus menginstall module magento ketika kita ingin membuat aplikasi web yg lebih bagus dan kompleks , bahkan beberapa module tambahan harus kita beli dengan harga yg kadang mahal , tapi itulah kelebihan magento lebih fleksibel jika ingin mengembagkan secara jangka panjang

3. ZenCart

Aplikasi yang cukup populer untuk e-Commerce. Banyak sekali theme/template yang dapat digunakan untuk mempercantik tampilan. ZenCart juga termasuk dalam salah satu aplikasi yang didukung dalam kemudahan instalasi oleh fantastico auto installer.

4. CubeCart

Diluncurkan dalam dua jenis aplikasi, CubeCart 3, dan Cubecart 4. CubeCart versi 3 mempunyai versi free sedangkan versi 4 dengan terpaksa harus membayar.

5. Drupal + UberCart

Drupal merupakan CMS yang sangat terkenal. Aplikasi ini memiliki banyak sekali kontributor yang membuat modul-modul tambahan untuk menambah fitur dari CMS ini. Salah satunya adalah UberCart. Dengan ubercart, drupal dapat difungsikan sebagai shopping cart.

6. Joomla / Mambo + Virtuemart

Sama seperti Drupal, Joomla maupun Mambo ini merupakan CMS yang sangat populer. Untuk memfungsikan CMS ini menjadi Shopping cart, silahkan gunakan tambahkan Virtuemart.

7. WordPress + Yak/WP-Ecommerce

WordPress merupakan aplikasi untuk weblog yang sangat populer. Dengan sifatnya yang sangat memungkinkan untuk menambahkan plugin maka wordpress dapat juga digunakan sebagai shopping cart. Salah satu plugin yang untuk itu adalah Yak. Selain plugin Yak, terdapat pula plugin WP e-Commerce.

8. Prestashop

Aplikasi shopping cart yang mempunyai fitur cukup menjanjikan. Aplikasi ini dapat digunakan sebagai alternatif.

9. Freeway

Aplikasi ini dapat digunakan bersama-sama dengan Joomla.

10. Opencart

Walaupun aplikasi ini sepertinya tidak terlalu banyak digunakan oleh pengguna internet, tetapi dapat dijadikan alternatif.

11.Impress CMS

Aplikasi Impress cukup mudah digunakan , cukup mudah digunakan dan sangat fleksibel , saya merekomendasikan untuk menggunakan aplikasi ini untuk perkembangan bisnis anda

12. Pixie CMS

Aplikasi pixie CMS sangatlah simpel dan mudah digunakan , cocok bagi anda yang ingin aplikasi yang menarik tapi sangat sederhana dalam proses administrasinya

Aplikasi Toko Online Langsung Jadi

Ini Adalah Refrerensi Bagi Anda – Anda yang Ingin Mengembangkan Toko Online Tanpa Harus Mengelola Hosting , Domain , Kemanan Toko Online bahkan Desing dari Toko Onlin

1BigCommerce makes it easy to sell online!

Ini Adalah Suatu Aplikasi Toko Online yang bagus dan juga menarik , aplikasi toko Online big E-Commerce merupakan Aplikasi yang dikembangkan secara baik , Dia (Big E-Commerce) Fokus mengembangkan Aplikasi Toko Online Untuk Kebutuhan , yang Biasa Sampai Toko Online Yang Luar biasa . Bagi Anda Yang baru Belajar Toko Online Saya Rokemendasikan Untuk Menggunakan Aplikasi ini

2. Spree info lebih lanjut silahkan klik

Ini Adalah Aplikasi Open Source andalan saya dalam setiap project – Project toko Online saya, karena Spree dibuat oleh beberapa Programmer berpengalaman yang mengkususkan aplikasi ke e-commerce , sayangnya bagi sebagian orang aplikasi Ini cukup sulit dalam proses intalasi karena dikembangkan dengan bahasa pemrograman ruby yang tidak familier dikalangan masyarakat umum

3.shopify

Menurut saya shopify adalah aplikasi e-comerce yg paling baik saat ini untuk mereka yg ingin kemudahan dalam membuat e-commerce profesional dengan kemampuan IT yg terbatas

Sudah hampir 7 tahun saya menggunakan aplikasi ini dan telah menghasilkan penjualan bisnis mencapai ratusan juta , saya sangat rekomendasikan anda menggunakan aplikasi ini jika ingin membangun website anda sendiri dalam jangka panjang

Bonus Materi Aplikasi CMS atau Toko Online Untuk Para Developer atau web prorgammer

Aplikasi ini hanyalah sebagai isnpirasi atau rokemendasi saja dan share ilmu , tidak harus diterapkan , karena bagi sebagian orang bisa lebih membantu tapi bagi sebagian orang malah membuat Bingung”\

1. IONIZE ( Dibangun dengan framework Codeigniter dan dibuat secara modular , penggabungan fungsi2 multi bahasa yang membuat kekuatan pada website ini , yang jelas CMS ini bis di konfigurasi menjadi aplikasi toko online yang interaktif bagi mereka yang mampu mengembankan module E-commerce )

2. Pyro CMS ( Walaupun Program tampak Sederhana Tapi Aplikasi Yang Modular dan mundahnya instalasi membuat apliksi ini memang di favoritkan untuk rokemendasi yang kedua )

Wah Saya ingin me Relase Tulisan saya dengan update aplikasi Cms – cms Terbaru yang memang saya rokemendasikan kepada para pembaca semua , Semoga tulisan – Tulisan di blog saya bisa menjadikan pencerahan bagi para pembaca semua

Concrete 5

Sistus ini cocok untuk :

Dengar, kami memiliki nyali untuk meletakkan halaman mengatakan apa c5 buruk di di sini, jadi inilah apa yang sempurna untuk:

  • Any marketing focused site. Setiap fokus pemasaran situs.
  • Any school site. Setiap situs sekolah.
  • Any business informational website. Setiap situs bisnis informasi.
  • Any personal site that isn’t JUST a blog. Setiap situs pribadi yang tidak HANYA blog.
  • Any non-profit, club, organization site. Setiap nirlaba, klub, situs organisasi.
  • Any news site. Setiap situs berita.
  • Any sports site. Setiap situs olahraga.
  • Many online communities. Banyak komunitas online.
  • Many extranets/intranets. Banyak extranet / intrane

Oke dalam tulisan saya ini , saya akan membahas lagi salah satu aplikasi toko online yang berbayar

Semoga Tulisan saya ini bermanfaat bagi teman – teman semua , Cukup Ucapkan Komentar Trimakasih Bagi anda yang dapat menggambil Manfaat dari Tulisan saya

trus selamat mencoba program2 diatas,

e-commerce berbasis blog

untuk membuat suatu aplikasi e-commerce sebenarnya cukup mudah, karena ada banyak cms yang berbasis e-commerce , untuk wodrdpess sendiri sebenarnya sudah memilik plugin atau menu tambahan yang mendukung e-commerce,jika kita memanfaatkanya dengan baik , kita bisa membuat aplikasi e-commerce berabasis blog ,